Obat High Alert di Apotek: Pengertian, Contoh, dan Cara Aman Menyimpannya

apt. Nurul Ayesya, S.Farm 4 min read

obat high alert di apotek

Obat High Alert Medication (HAM) adalah kelompok obat yang memiliki risiko tinggi menimbulkan cedera serius apabila terjadi kesalahan dalam penyimpanan, penanganan, maupun pemberian. Karena itu, obat-obat ini perlu penanganan khusus, termasuk penyimpanan terpisah, pelabelan jelas, serta prosedur double-check di apotek. Oleh karena itu, obat ini termasuk aspek khusus yang harus diperhatikan penyimpanannya di apotek sesuai dengan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Artikel ini akan membahas obat apa saja yang termasuk kategori high alert di apotek dan cara penyimpanan-pengelolaannya yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(Baca juga : 5 Cara Penyimpanan Obat yang Baik dan Benar di Apotek)

Apa Itu Obat High Alert?

Menurut ISMP (Institute for Safe Medication Practices), obat high-alert adalah obat yang memiliki risiko tinggi menyebabkan cedera serius atau kematian jika terjadi kesalahan penggunaan, walaupun frekuensi kesalahannya mungkin tidak lebih tinggi dari obat lain. Namun, konsekuensinya jauh lebih berbahaya. Dengan kata lain: Risiko tidak terletak pada obatnya saja, tetapi pada dampak fatal yang bisa muncul ketika terjadi error.

Mengapa Obat High Alert Berbahaya?

Obat high alert harus ditangani khusus karena:

  • Dosis kecil namun memiliki efek besar
  • Bentuk sediaan mirip obat lain (Look-Alike / Sound-Alike)
  • Kesalahan penyimpanan bisa membuat obat tertukar
  • Kesalahan peracikan atau dispensing dapat menyebabkan cedera besar

Contoh risiko: overdosis insulin, salah memberikan elektrolit konsentrat, obat LASA tertukar, salah memberikan antikoagulan.

Obat-Obat yang Termasuk High Alert

Daftar obat yang termasuk high alert ditetapkan oleh apotek dengan mempertimbangkan data dari referensi dan data internal tentang ‘kejadian yang tidak diharapkan’ (adverse event) atau kejadian ‘nyaris cedera’ (near miss) yang terjadi di apotek. Referensi yang dapat digunakan sebagai acuan diantaranya daftar yang diterbitkan oleh ISMP (Institute for Safe Medication Practice). Apotek harus mengkaji secara seksama obat yang berisiko tinggi tersebut sebelum ditetapkan sebagai obat high alert di apotek.

Apa saja yang termasuk obat high alert? Berikut obat-obat yang perlu mendapat perhatian khusus dan diwaspadai di apotek.

Obat Berisiko Tinggi

Obat dengan risiko tinggi adalah obat yang bila terjadi kesalahan dalam pemberian (error) dapat menyebabkan kejadian fatal seperti kematian dan kecacatan. Bahkan bisa membahayakan pasien jika digunakan secara keliru. Contohnya adalah :

  • Obat golongan sitostatika dan golongan kemoterapetik, contohnya: Doxorubicin, Cyclophosphamide, atau Cisplatin. Obat ini memiliki risiko toksisitas tinggi, wajib penanganan khusus.
  • Obat antidiabetik oral
  • Insulin, terutama Insulin U-500 (konsentrat tinggi) atau Insulin rapid/short-acting injeksi. Konsentrasi tinggi → mudah overdosis jika salah hitung.
  • Antikoagulan. Contohnya Heparin, Enoxaparin dan Warfarin. Penggunaan yang salah atau keliru sangat membahayakan nyawa dan kesehatan pasien.

(Baca juga : Medication Error dalam Pelayanan Kefarmasian di Apotek)

Obat LASA atau NORUM

Obat LASA (look alike sound alike) adalah obat dengan nama, kemasan, label, penggunaan klinik tampak atau kelihatan sama (look alike) atau bunyi sama (sound alike). Dalam bahasa Indonesia disebut juga NORUM (nama obat rupa ucapan mirip). Obat-obat yang termasuk LASA berisiko tinggi terjadi kesalahan pengambilan/penggunaan atau tertukar karena rupa dan ucapannya yang mirip. Faktor risiko umum terkait obat LASA meliputi tulisan tangan yang tidak terbaca, pengetahuan yang tidak lengkap tentang nama obat, kemasan/pelabelan yang serupa, potensi bentuk sediaan dan frekuensi penggunaan yang serupa, dan penggunaan klinis yang mirip. Contoh obat LASA dapat dilihat di tabel berikut.

Nama ObatNama Obat
TetrasiklinTetrakain
CisplatinCarboplatin
HomalogNovolog
LescholLesichol
Contoh obat LASA di Apotek

Elektrolit Konsentrat

Elektrolit konsentrasi tinggi dapat membahayakan pasien jika keliru dalam penggunaannya. Contohnya:

  • Kalium klorida (KCl) injeksi konsentrat
  • Kalium fosfat injeksi
  • Natrium klorida hipertonis (≥ 3%)
  • Natrium Klorida dengan konsentrasi lebih dari 0.9%
  • Magnesium Sulfat Injeksi

Cara Penyimpanan Obat High Alert

Kegiatan penyimpanan sediaan farmasi harus bisa memelihara mutu sediaan farmasi, menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab, menjaga ketersediaan, serta memudahkan dalam pencarian dan pengawasannya. Salah satu bentuk kontrol yang harus dilakukan adalah tersedianya catatan keluar masuk stok atau kartu stok untuk setiap produk serta dilakukan stok opname secara berkala. Ini berlaku untuk semua jenis kontrol persediaan di apotek. Lalu bagaimana teknik penyimpanan khusus untuk obat-obat high alert? Berikut standar penanganan berdasarkan pedoman ISMP, WHO Medication Safety, dan kebijakan HAM internasional

Cara Penyimpanan Aman Obat High Alert di Apotek

(Baca juga : Kartu Stok Obat, Apa Fungsinya dan Bagaimana Cara Membuatnya?)

Penyimpanan Obat Berisiko Tinggi

Obat risiko tinggi harus disimpan dengan terpisah dan ada penandaan yang jelas. Hal ini untuk menghindari kesalahan pengambilan dan penggunaan. Penyimpanan obat ini dilakukan di tempat terpisah (misal rak, lemari, atau etalase terpisah), mudah dijangkau, dan tidak harus dikunci. Bisa ditambahkan pemberian penandaan atau label HIGH ALERT untuk menimbulkan kewaspadaan dan kehati-hatian.

Lemari Khusus Obat High Alert
Contoh lemari khusus penyimpanan obat high alert berisiko tinggi

Penyimpanan Obat LASA atau NORUM

Penyimpanan obat LASA/NORUM dilakukan dengan tidak saling berdekatan dan diberi label khusus. Sehingga petugas lebih waspada dan hati-hati agar tidak salah ambil. Poin khusus terkait cara penyimpanan obat LASA diantaranya :

  • Obat LASA/NORUM tidak boleh ditumpuk atau bersamaan dengan obat lain
  • Obat LASA/NORUM harus disimpan secara terpisah di dua baris pada rak obat. Sehingga obat kelompok 1 pada satu baris dan obat kelompok 2 di satu baris lainnya, untuk menghindari kesalahan
  • Daftar obat LASA/NORUM digantung atau ditempel di kedua rak. Penulisan bisa menggunakan metode Tall Man Lettering untuk meningkatkan kewaspadaan. Menekankan perbedaan pada obat yang memiliki nama atau pengucapan suara yang sama
  • Diberi penandaan label ‘LASA/NORUM’ di rak
LOsECLAsIX
TetraSIKLINTetraKAIN
CISplatinCARBOplatin
HOMAlogNOVOlog
LEScholLESIchol
Contoh penulisan obat LASA dengan metode Tall Man Lettering

Penyimpanan Obat Elektrolit Tinggi

Sama seperti obat berisiko tinggi, penyimpanan obat elektrolit tinggi juga dilakukan secara terpisah disertai dengan penandaan atau label HIGH ALERT. Penyimpanan obat ini dilakukan di tempat terpisah (misal rak, lemari, atau etalase terpisah), mudah dijangkau, dan tidak harus dikunci.

Tips Tambahan Pengelolaan Obat High Alert di Apotek

Penyimpanan obat-obat yang termasuk high alert perlu mendapat perhatian khusus untuk memberikan keamanan bagi pasien dan tenaga kesehatan. Maka dari itu, apotek sudah sepatutnya juga tetap memperhatikan cara penyimpanan yang baik agar obat dapat digunakan sesuai dengan tujuannya, termasuk memperhatikan cara penyimpanan obat high alert.

Untuk mempermudah kegiatan pengelolaan di apotek termasuk di pengelolaan obat high alert, Anda bisa memanfaatkan software Apotek Digital. Dari segi penyimpanan, Apotek Digital sudah dilengkapi kartu stok yang akurat dan otomatis, sistem penyimpanan dan pengeluaran mengikuti kaidah FEFO (First Expired First Out), dan pengguna dapat menambahkan kategori khusus pada data produk. Kategorisasi ini bisa dimanfaatkan untuk memberikan catatan khusus seperti obat LASA/NORUM dan obat berisiko tinggi. Sehingga Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian bisa lebih waspada ketika hendak memberikan obat tersebut. Dengan pengaturan yang lebih tersistem dan cara penyimpanan yang benar, risiko kesalahan pada pemberian dan penggunaan obat high alert di apotek bisa diminimalkan bahkan dihilangkan. Tertarik mencobanya? Coba gratis sistem apotek lengkap disini!

(Baca juga : Pentingkah Menggunakan Software untuk Pengelolaan di Apotek?)

FAQ – Pertanyaan Umum

Apa bedanya obat high alert dan obat berbahaya?

Obat berbahaya yaitu obat toksik/keras.
High alert yaitu obat yang risikonya tinggi jika terjadi kesalahan.

Apakah semua obat high-alert harus dikunci?

Jika memungkinkan, ya. Minimal harus terpisah & diberi label khusus.

Siapa yang boleh menangani obat high alert di apotek?

Apoteker & TTK yang telah mendapat pelatihan handling HAM.

Haruskah apotek membuat daftar obat high alert versi sendiri?

Ya, sangat dianjurkan. Buat acuan dari daftar ISMP dan disesuaikan dengan stok apotek.

Referensi

Kementerian Kesehatan RI, 2019, Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, p 19-24

Muhlis M, et al, 2019, Pengetahuan Apoteker tentang Obat-Obat Look-alike Sound-alike dan Pengelolaannya di Apotek Kota Yogyakarta, Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, Vol. 8 No. 2, hlm 107–113

Singh S, Singh AR. Policies and procedures for sound-alike and look-alike. Int J Res Found Hosp Healthcare Adm. 2017; 5(1):15–20

Institute for Safe Medication Practices (ISMP), 2024, High-alert medication list for acute care settings
updated for 2024

Apotek Digital - Software Apotek Handal, Lengkap, dan Mudah. Yuk daftar di sini Gratis!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *