Pelayanan farmasi merupakan salah satu standar pelayanan kefarmasian yang harus ada di apotek sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain untuk memenuhi standar pelayanan apotek, aspek pelayanan farmasi klinik di apotek juga dapat meningkatkan nilai jual apotek.
Tidak hanya itu, memberikan pelayanan yang baik di apotek juga dapat meningkatkan jumlah pelanggan, omzet dan membuat pelanggan loyal terhadap apotek. Disini akan dibahas mengenai pelayanan farmasi yang bisa dilakukan di apotek dan berbagai kiat untuk meningkatkan pelayanan di apotek.
Pelayanan Farmasi
Panduan homecare di apotek: pasien prioritas, 6 kegiatan wajib, alur kunjungan, Formulir 8, dan cara dokumentasi SIMONA sesuai Permenkes 73/2016.
Contoh 7 SOP pelayanan farmasi klinis apotek sesuai Permenkes 73/2016: kajian resep, dispensing, konseling, PTO, MESO. Download template Excel gratis.
Panduan cara pemusnahan resep di apotek sesuai Permenkes No. 73 Tahun 2016: syarat penyimpanan, prosedur, isi berita acara, dan kewajiban pelaporan.
Panduan konseling apoteker di apotek: pengertian, tujuan, kriteria pasien, tahapan pelaksanaan, hingga dokumentasi PMR sesuai regulasi terbaru.
Panduan PTO di apotek: pengertian, tujuan, kriteria pasien, langkah pelaksanaan, parameter klinis yang dipantau, dan dokumentasi sesuai regulasi terbaru.
Tidak semua obat harus diminum setelah makan. Ketahui aturan jeda waktu minum obat yang benar untuk tiap jenis obat; lengkap...
Kenali obat High Alert, kategori obat risiko tinggi, dan cara penyimpanan aman di apotek. Panduan lengkap dengan referensi ISMP & WHO.
71,46% masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi, jumlahnya meningkat setiap tahunnya. Lalu, bagaimana peran Apoteker dalam edukasi swamedikasi? Simak pembahasannya di artikel berikut!
Jangan salah konsumsi! Pahami 14 informasi kemasan obat terlengkap berdasarkan regulasi BPOM terbaru untuk keamanan penggunaan obat Anda.