Mengenal Konsep Nine Stars of Pharmacist dari WHO

apt. Nurul Ayesya, S.Farm 2 min read

Apa itu nine stars of pharmacist? Konsep ini dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization). Sebelumnya sudah lebih dulu dikenalkan konsep Seven Stars of Pharmacist pada tahun 1997 melalui laporan grup “Preparing the Future Pharmacist” di Canada. Konsep ini dianggap penting dan menjadi harapan untuk menjadi standar seorang apoteker di seluruh dunia. Sebab, profesi apoteker harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk melakukan peran apoteker secara aktif di masyarakat. Seiring berjalannya waktu, konsep ini berkembang dan poinnya bertambah menjadi Nine Stars of Pharmacist atau sering juga disebut Seven Stars of Pharmacist Plus. Apa saja poinnya? Yuk simak penjelasannya!

Care giver

Seorang famasis atau apoteker sebagai profesional kesehatan yang memiliki kepedulian untuk memberikan pelayanan kefarmasian bagi pasien dan masyarakat luas. Berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan pelayanan kefarmasian seperti sesuai dengan peraturan yang berlaku. Contohnya memberikan pelayanan informasi obat (PIO), konsultasi terkait sediaan farmasi, konseling, pelayanan kefarmasian di rumah (home care pharmacy), pelayanan resep, monitoring efek samping obat, dll.

Untuk apoteker yang bekerja di apotek, pelayanan didasarkan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016. Diantaranya pelayanan farmasi klinik di apotek meliputi kegiatan pengkajian resep, dispensing, pelayanan informasi obat (PIO), konseling, pelayanan kefarmasian di rumah (homecare), pemantauan terapi obat (PTO), dan monitoring efek samping obat (MESO).

Decision maker

Seorang famasis atau apoteker sebagai profesional kesehatan yang mampu menentukan keputusan terkait pekerjaan kefarmasiannya. Misalnya membuat keputusan saat melakukan dispensing, peracikan, memberi alternatif pilihan obat, mengganti obat generik bermerk ke generik berlogo sesuai dengan ketentuan Permenkes Nomor 9 Tahun 2017. Serta keputusan lainnya yang bertujuan agar pengobatan menjadi rasioal, aman, dan efektif bagi pasien. Pemberian keputusan harus didasarkan pada ilmu pengetahuan dan peraturan yang berlaku.

Communicator

Seorang famasis atau apoteker sebagai profesional kesehatan yang mampu menjadi komunikator yang baik. Mampu berkomunikasi dengan pasien, masyarakat, sejawat dan profesi kesehatan lainnya dalam rangka menjalankan pelayanan kefarmasian yang baik. Misalnya, berkomunikasi dengan baik ketika memberi informasi obat, ketika konseling, ketika penyuluhan atau edukasi tentang obat, dll.

Manager

Seorang famasis atau apoteker sebagai profesional yang memiliki kemampuan manajemen yang baik. Seperti menjadi Apoteker penanggung jawab apotek yang dapat menjalankan standar pelayanan kefarmasian dan kegiatan pengelolaan persediaan dengan baik. Contoh lainnya mampu melakukan manajemen atau pengelolaan dengan baik sesuai dengan bidang wilayahnya seperti di industri farmasi (bagian produksi, QC, QA, R&D, dll), apoteker penanggung jawab di PBF, dll.

Leader

Seorang famasis atau apoteker sebagai profesional yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik. Memiliki visi dan misi yang jelas, mempunyai semangat dan dapat memimpin sesuai dengan bidangnya.

Long-live learner

Seorang famasis atau apoteker sebagai profesional yang semangat untuk belajar sepanjang waktu, karena ilmu pengetahuan terkait farmasi, penyakit, dan pengobatan yang juga terus berkembang. Mau memperbarui diri dengan banyak ilmu, misal dari membaca, mengikuti pelatihan, seminar, dan workshop, dll.

Teacher

Seorang famasis atau apoteker sebagai profesional yang mampu menjadi edukator, guru, pembimbing, pendidik atau akademisi bagi pasien, masyarakat, dan tenaga kesehatan lainnya yang membutuhkan informasi dan ilmu terkait farmasi dan obat-obatan.

Researcher

Seorang famasis atau apoteker sebagai profesional yang mampu melakukan penemuan dan pengembangan obat dan farmasi. Misalnya untuk apoteker di industri farmasi mampu mengembangkan produk atau sediaan farmasi yang aman, bermutu dan berefikasi. Untuk apoteker di pelayanan farmasi mampu menyelidiki dan menemukan adanya pengobatan yang tidak rasional, adanya medication error, kemungkinan interaksi obat, dll.

Entrepreneur

Seorang famasis atau apoteker sebagai profesional yang mampu menjadi wirausaha dalam mengembangkan usaha dan kemandirian untuk membantu menyejahterakan masyarakat. Misalnya apoteker menjadi pebisnis apotek, apoteker membangun usaha di bidang kosmetik, apoteker membangun industri farmasi atau industri obat tradisional, dll.

Untuk pebisnis apotek, Anda dapat memanfaatkan Software khusus apotek yaitu Apotek Digital untuk memudahkan semua pengelolaan di apotek, dari pengelolaan persediaan, karyawan, data pelanggan, dll. Dengan begitu, pebisnis apotek bisa lebih fokus untuk menyusun strategi bisnis dan melakukan pelayanan kefarmasian kepada pasien, pelanggan, dan masyarakat.

Apotek Digital - Software Apotek Handal, Lengkap, dan Mudah. Yuk daftar di sini Gratis!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *