Informasi Apa Saja yang Ada di Kemasan Obat?

apt. Nurul Ayesya, S.Farm 3 min read

Anda sering membeli obat? Apakah tahu informasi apa saja yang penting diketahui ketika menggunakan obat? Biasakan untuk membaca informasi yang ada di kemasan ataupun brosur obat! Ini penting untuk mendukung penggunaan obat yang benar dan rasional. Mungkin Anda sering mendengar bahwa “obat adalah racun”. Pernyataan ini benar adanya, karena obat mempunyai dua sisi. Obat akan berefek sesuai tujuannya jika digunakan sebagaimana mestinya. Obat juga bisa berefek membahayakan penggunanya jika tidak digunakan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, penting bagi praktisi kefarmasian dan masyarakat pengguna obat untuk membaca dan mengetahui informasi yang ada di kemasan obat.

Pada umumnya, informasi terkait obat tercetak di kemasan obat. Baik di kemasan primer (seperti strip, botol, tube) dan kemasan sekunder (seperti dus, amplop). Informasi obat juga ada di brosur obat yang mana informasinya ini biasanya lebih lengkap daripada yang tertera di kemasan. Berikut informasi yang umumnya ada di kemasan obat :

Nama obat

Nama obat merupakan identitas, bisa berupa nama paten, nama generik bermerk (brand), maupun nama generik yang merupakan nama zat aktifnya sesuai dengan INN (International Nonproprietary Name). Nama obat berupa nama brand atau generik (INN) diikuti dengan bentuk sediaan. Misalnya: Panadol Tablet atau Paracetamol Tablet.

Komposisi

Komposisi berisi informasi kandungan obat terutama zat aktif atau zat berkhasiatnya.

Contohnya : Tiap 5 mL mengandung Simithicone 80 mg dan Aluminium hydroxide 200 mg

Logo obat

Logo obat berkaitan dengan penggolongan obat yang memiliki tujuan untuk meningkatkan keamanan serta ketepatan dalam penggunaan maupun kemanan distribusi. Penggolongan berdasarkan logo obat diantaranya obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, narkotika, jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

Indikasi

Indikasi atau kegunaan berisi informasi fungsi atau tujuan penggunaan obat. Gejala apa saja atau penyakit apa saja yang bisa diatasi dengan penggunaan obat tersebut. Indikasi juga bisa diartikan kondisi apa yang membutuhkan penggunaan obat tersebut.

Contohnya : kelebihan asam lambung, gastritis, tukak lambung, nyeri ulu hati, kembung.

Dosis dan aturan pakai

Dosis merupakan takaran jumlah obat yang dapat menghasilkan efek terapi tertentu. Dosis dipengaruhi kondisi pasien, usia, berat badan, maupun luas permukaan tubuh. Maka dari itu, jika Anda membeli obat, biasanya ditemukan perbedaan dosis untuk anak-anak dan dewasa.

Aturan pakai adalah petunjuk penggunaan yang memberikan informasi cara pemakaian obat, seperti diminum berapa kali sehari, diminum setelah/sebelum/saat makan. Menurut FDA (Food and Drug Administration) pelabelan aturan pakai obat harus diberikan secara ringkas, rinci, dan mudah dipahami.

Contohnya : dewasa dan anak >12 tahun : 1-2 sendok takar (5-10 mL)

Efek samping

Efek samping adalah efek yang mungkin muncul yang bukan merupakan efek utama (efek yang diharapkan) dari penggunaan obat dalam dosis lazimnya. Efek ini bisa muncul setelah penggunaan obat ataupun setelah penggunaan jangka panjang, bisa bersifat ringan hingga serius. Hampir semua jenis obat baik obat resep, non resep, suplemen, dan obat herbal mempunyai efek samping.

Contohnya : sambelit, mual, muntah, diare, dll

Kontraindikasi

Kontraindikasi merupakan kebalikan dari indikasi, yaitu kondisi dimana menyebabkan obat tidak boleh digunakan. Biasanya berupa informasi klinis yang dapat menimbulkan risiko berbahaya jika obat digunakan.

Contohnya : jangan diberikan pada penderita gangguan fungsi ginjal yang berat karena dapat menimbulkan hipermagnesia

Peringatan dan perhatian

Berisi infomasi hal-hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan obat. Peringatan merupakan kalimat untuk memperingatkan pasien sebelum mengonsumsi obat. Sedangkan perhatian merupakan kalimat anjuran agar pasien diawasi selama mengonsumsi obat.

Contohnya : Tidak dianjurkan untuk digunakan terus menerus lebih dari 2 minggu kecuali atas anjuran dokter (perhatian). Hati-hati penggunaan pada pasien dengan diet fosfor rendah (peringatan).

Interaksi obat

Beberapa obat dapat berinteraksi dengan obat lain maupun makanan dan minuman. Informasi ini memuat obat dan makanan apa saja yang dapat berinteraksi dengan obat. Efeknya bisa meningkatkan/menurunkan kadar dan efek obat, maupun meningkatkan efek samping. Jadi tidak boleh dikonsumsi bersamaan (atau perlu jeda) agar tidak menggangu kerja obat dan menimbulkan efek yang tidak diharapkan.

Contohnya : Pemberian dengan tetrasiklin dapat mengurangi absorpsi obat tersebut.

Petunjuk penyimpanan

Berisi informasi kondisi yang tepat untuk menyimpan obat, biasanya berupa suhu dan kondisi penyimpanan obat. Beberapa obat juga dilengkapi dengan informasi BUD (masa pakai obat). Penting untuk menyimpan obat sesuai dengan petunjuk penyimpanan untuk menjaga stabilitas obat.

Contohnya : simpan di tempat kering, dibawah suhu 30 C, terhindar dari sinar matahari langsung. Penyimpanan setelah kemasan dibuka selama 60 hari.

Informasi pabrik pembuat (manufacturer)

Berisi informasi pabrik atau industri farmasi yang memproduksi obat beserta alamatnya.

Informasi nomor batch dan ED produk

Nomor batch adalah nomor identitas yang menggambarkan suatu produk dibuat dalam waktu dan proses yang sama sehingga mempunyai kualitas mutu dan spesifikasi yang sama, nomor ini diberikan oleh industri farmasi pembuat obat. ED (expired date) adalah waktu kadaluwarsa obat, yaitu batas waktu dimana obat masih memenuhi persyaratan keamanan, efikasi, dan kualitasnya. Biasanya juga dilengkapi dengan Mfg (manufacturing date) yaitu waktu produksi obat.

Contohnya : batch number : BN101, ED : Apr 2024.

Nomor registrasi

Nomor registrasi atau Nomor Izin Edar (NIE) adalah nomor sebagai tanda produk sudah terdaftar di BPOM sehingga bisa dijamin keamanan, kualitas, dan efikasinya. Bahkan untuk sekarang tanda registrasi ini juga sudah dilengkapi dengan QR code, untuk memudahkan masyarakat mengecek info registrasi obat di BPOM.

HET (harga eceran tertinggi)

HET adalah harga jual tertinggi obat di apotek, toko obat, dan IFRS/klinik. HET dicetak di label obat oleh industri farmasi sampai pada satuan kemasan terkecil. Informasi HET wajib ada pada obat, baik obat bebas, bebas terbatas, dan obat keras.

Itulah informasi penting yang harus dibaca dan dipahami pengguna obat, terlebih lagi praktisi kefarmasian seperti Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian. Penting untuk mengetahui informasi tersebut agar penggunaan obat sesuai dengan tujuannya dan dapat menghasilkan efek terapi sesuai dengan yang diharapkan. Jika ada pertanyaan terkait sediaan farmasi dan obat-obatan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Apoteker ya! Tanya obat, tanya Apoteker.

Apotek Digital - Software Apotek Handal, Lengkap, dan Mudah. Yuk daftar di sini Gratis!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *