Laporan Keuangan Apotek: Jenis, Manfaat, dan Cara Membuatnya

apt. Nurul Ayesya, S.Farm 4 min read

cara membuat laporan keuangan apotek

Laporan keuangan adalah salah satu fondasi terpenting dalam menjalankan suatu bisnis/usaha, termasuk apotek. Tanpa adanya laporan keuangan yang akurat, pebisnis tidak bisa mengetahui apakah bisnisnya untung atau rugi, apakah kas cukup untuk membayar utang, atau apakah stok obat sudah dikelola secara efisien. Dengan adanya laporan keuangan apotek yang standar dan akurat, pebisnis bisa mengetahui kondisi keuangan, mengevaluasi keberjalanan apotek, sekaligus menyusun strategi untuk pertumbuhan bisnis kedepannya.

Artikel ini membahas pengertian, jenis, manfaat, dan cara membuat laporan keuangan apotek secara lengkap.

Apa Itu Laporan Keuangan Apotek?

Laporan keuangan apotek adalah catatan informasi keuangan suatu usaha apotek yang komprehensif dalam satu periode tertentu. Sederhananya dengan laporan keuangan apotek, Anda bisa mengetahui berapa omzet dan profit, berapa biaya operasional yang dikeluarkan, apakah apotek untung atau rugi, tahu nilai persediaan, utang piutang, dan lain-lain.

Tanpa pencatatan transaksi dan keuangan yang baik, bisnis apotek berisiko untuk sulit berkembang, terus merugi, bahkan bangkrut. Karena itu setidaknya ada tiga jenis laporan keuangan yang wajib dibuat di apotek: laporan laba rugi, neraca keuangan, dan laporan arus kas.

(Baca juga: Owner Apotek Wajib Tahu Perihal Keuangan Ini!)

Jenis Laporan Keuangan ApotekFungsi UtamaPeriode Umum
Laporan laba rugiMengukur untung/rugi dari operasional apotekBulanan atau tahunan
Neraca keuanganMenunjukkan posisi aset, utang, dan modal pada satu titik waktuBulanan, per kuartal, atau tahunan
Laporan arus kasMelacak aliran kas masuk dan keluarBulanan
Jenis laporan keuangan apotek

Apa Itu Laporan Laba Rugi Apotek?

Laporan laba rugi apotek (income statement) adalah laporan yang mengukur kinerja keuangan apotek selama periode tertentu, biasanya satu bulan atau satu tahun. Digunakan untuk mengukur operasional keuangan apotek selama waktu tertentu, apakah untung atau rugi. Laporan ini merangkum informasi pendapatan, pengeluaran, serta keuntungan/kerugian yang diperoleh dalam periode tertentu, biasanya dalam satu bulan atau satu tahun.

Dengan laporan ini, apotek dapat mengevaluasi pendapatan, mengevaluasi biaya yang dikeluarkan, dan mengetahui perkembangan bisnis dari waktu ke waktu.

Apa Saja Komponen Laporan Laba Rugi Apotek?

Komponen laporan laba rugi bisa berbeda tergantung dari jenis bisnisnya, tapi minimal terdiri dari dua komponen dasar yaitu pendapatan dan beban/biaya. Berikut komponen yang umum ada di laporan laba rugi apotek:

  • Pendapatan berupa penjualan yaitu hasil dari semua transaksi penjualan di apotek, baik barang maupun jasa, termasuk biaya servis, embalase, dan biaya lainnya
  • Harga pokok penjualan (HPP) yaitu biaya langsung yang terlibat dalam penjualan. Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh obat yang dijual atau harga perolehan dari obat yang dijual
  • Laba kotor yaitu ukuran pendapatan langsung dari penjualan dalam satu periode. Merupakan selisih antara penjualan dan HPP
  • Pengeluaran operasional yaitu biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional apotek seperti gaji karyawan, biaya listrik, biaya sewa tempat, biaya air, biaya alat tulis kantor, dan lain-lain
  • Laba bersih yaitu pendapatan bersih terhadap HPP yang sudah dikurangi komponen biaya operasional dan pajak

(Baca juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi di Apotek)

Contoh sederhana: Apotek Sehat mencatat penjualan Rp150.000.000 dalam sebulan, dengan HPP Rp90.000.000. Artinya laba kotor apotek tersebut adalah Rp60.000.000. Jika biaya operasional (gaji, sewa, listrik, dll) sebesar Rp35.000.000, maka laba bersihnya adalah Rp25.000.000 sebelum pajak

Apabila laba bersih bernilai positif, maka apotek mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, apabila laba bersih negatif, maka apotek menderita kerugian.

Contoh laporan laba rugi apotek di software Apotek Digital

Apa Itu Laporan Neraca Keuangan?

Neraca keuangan apotek (balance sheet) adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan apotek pada satu titik waktu tertentu. Laporan ini mencatat informasi terkait aset, kewajiban bayar, dan modal. Neraca membantu menjawab pertanyaan seperti: apakah apotek mempunyai cukup aset dan uang tunai untuk membayar semua utang, apakah apotek mempunyai kekayaan bersih yang positif, dan apakah apotek mempunyai beban berupa utang yang besar.

Laporan neraca penting untuk membantu pebisnis dalam mengelola keuangan di bisnis apoteknya, menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, serta mengetahui kondisi keuangan apotek secara menyeluruh.

(Baca juga: Omzet Apotek Besar Tetapi Cash Pas-Pasan? Ini Dia Alasannya!)

Apa Saja Komponen Neraca Keuangan Apotek?

Struktur neraca terdiri dari dua sisi, yaitu sisi aset dan sisi kewajiban/utang ditambah sisi ekuitas. Kedua sisi ini harus seimbang, sesuai dengan rumus berikut :

Total Aset = Total Kewajiban + Total Ekuitas

Neraca yang sehat adalah neraca yang kedua sisinya seimbang. Laporan neraca memiliki tiga komponen utama yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas/modal.

Aset

Adalah segala sesuatu yang dimiliki bisnis apotek yang dapat dilikuidisasi atau dikonversi menjadi uang tunai. Aset ini biasanya digunakan untuk kebutuhan dan operasional usaha. Ada dua jenis aset, yaitu :

  • Aset lancar, yaitu aset yang dapat dikonversi dengan mudah menjadi uang tunai. Contohnya hasil penjualan berupa kas maupun di bank, piutang usaha, dan persediaan
  • Aset tetap atau jangka panjang, yaitu aset yang konversi menjadi uang tunainya lebih lama. Contohnya bangunan dan peralatan apotek

Utang/kewajiban

Utang/kewajiban/liabilitas timbul karena adanya penundaan pembayaran barang/jasa yang diperoleh sekarang. Di bisnis apotek biasanya berbentuk utang usaha (seperti utang kepada PBF karena pembayaran kredit) dan utang konsinyasi.

Ekuitas atau modal

Ekuitas mencerminkan kepemilikan dan kekayaan bersih perusahaan, yaitu jumlah uang yang tersisa jika semua kewajiban dibayar dan semua aset dijual.

Contoh neraca keuangan di software Apotek Digital

(Baca juga : Pentingnya Membuat Neraca Keuangan di Bisnis Apotek)

Apa Itu Laporan Arus Kas Apotek?

Arus kas apotek (cash flow) menggambarkan arus kas masuk dan keluar di apotek selama periode tertentu. Secara eksplisit memperlihatkan darimana sumber kas apotek diperoleh. Laporan arus kas harus merefleksikan perubahan kas dari asalnya kas tersebut dan peruntukkan kas digunakan untuk apa.

Apa Saja Komponen Laporan Arus Kas Apotek?

  • Arus kas dari aktivitas operasi yaitu yang berasal dari aktivitas operasional apotek seperti kegiatan penjualan barang/jasa, pembayaran utang, dan penerimaan piutang.
  • Arus kas dari aktivitas investasi berkaitan dengan perolehan pembelian aset tetap yang digunakan untuk jangka panjang seperti pembelian peralatan apotek
  • Arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan sumber dana untuk pembiayaan bisnis apotek. Dapat berasal dari internal apotek berupa ekuitas dan dari eksternal berupa utang (dari kreditor). Contohnya pengembalian pinjaman dan pembayaran dividen/bagi hasil.

Seberapa Sering Laporan Keuangan Apotek Sebaiknya Dibuat?

Idealnya, laporan laba rugi dan arus kas dibuat setiap bulan agar pemilik apotek bisa memantau kinerja secara berkala dan cepat mengambil tindakan bila ada masalah. Neraca keuangan umumnya dibuat bulanan, per kuartal, atau minimal tahunan, tergantung kebutuhan evaluasi bisnis.

Apa Akibatnya Jika Apotek Tidak Membuat Laporan Keuangan?

Tanpa laporan keuangan, pemilik apotek tidak bisa mendeteksi kebocoran biaya, kehilangan gambaran arus kas riil, sulit mengambil keputusan berbasis data, dan berisiko baru menyadari kerugian setelah kondisi keuangan sudah parah bahkan hampir bangkrut.

Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan Apotek dengan Software Apotek Digital

Laporan keuangan adalah hal fundamental dalam menjalankan bisnis apotek, tetapi menyusunnya secara manual memakan waktu yang lama dan berisiko human error. Dengan software Apotek Digital, laporan keuangan dibuat otomatis berdasarkan setiap transaksi yang diinput. Anda tidak perlu lagi menghitungnya secara manual.

Terdapat menu Keuangan yang bisa mencatat pemasukan dan pengeluaran pada buku kas serta laporan laba rugi dan neraca keuangan yang akurat. Laporan juga bisa didownload dalam format PDF. Dengan begitu, laporan ini bisa menjadi bahan dalam mengevaluasi kinerja apotek dan mengetahui kondisi keuangan apotek. Coba dan konsultasi gratis disini!

(Baca juga: Panduan Lengkap Pajak Apotek : Hal Penting yang Wajib Diketahui)

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu laporan keuangan apotek? Laporan keuangan apotek adalah catatan kondisi keuangan apotek secara komprehensif dalam periode tertentu, mencakup laba rugi, neraca, dan arus kas.

Apa saja jenis laporan keuangan yang wajib dibuat apotek? Tiga jenis utama: laporan laba rugi, neraca keuangan, dan laporan arus kas.

Apa perbedaan laba kotor dan laba bersih di apotek? Laba kotor adalah selisih penjualan dengan harga pokok penjualan (HPP), sedangkan laba bersih adalah laba kotor dikurangi biaya operasional dan pajak.

Berapa lama sebaiknya laporan keuangan apotek dibuat? Laporan laba rugi dan arus kas idealnya dibuat bulanan, sementara neraca bisa dibuat bulanan, per kuartal, atau tahunan.

Apakah laporan keuangan apotek bisa dibuat otomatis? Bisa. Software apotek seperti Apotek Digital dapat menghasilkan laporan laba rugi dan neraca secara otomatis dari setiap transaksi yang diinput, tanpa perlu perhitungan manual.

Apa yang terjadi jika apotek tidak punya laporan keuangan? Apotek berisiko tidak menyadari kebocoran biaya, kehilangan kontrol arus kas, dan sulit mengambil keputusan bisnis berbasis data — yang pada akhirnya bisa membuat bisnis merugi atau bangkrut.

Referensi :

Sukamulja, Sukmawati. 2019. Analisis Laporan Keuangan sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi. Yogyakarta : Andi Publisher

Apotek Digital - Software Apotek Handal, Lengkap, dan Mudah. Yuk daftar di sini Gratis!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *